Amalan Puasa di Bulan Asyuro (9, 10 Muharom)
.jpg)
Beberapa dalil tentang Puasa tanggal 9, 10 Muharom :
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu-, dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa bulan Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam” (HR. Muslim) -Riyadhus Shalihin Bab 225-
Dari Abu Qatadah - radhiyallahu 'anhu -, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari 'Asyura. Beliau menjawab, "(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu". (HR. Muslim)
Dari Ibnu Abbas - radhiyallahu 'anhuma -, " Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya". (Muttafaqun 'Alaihi).
Dari Ibnu Abbas - radhiyallahu 'anhuma – beliau berkata : " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Apabila (usia)ku sampai tahun depan, maka aku akan berpuasa pada (hari) kesembilan" (HR. Muslim)
Ibnu Abbas r.a. menyebutkan, Rasulullah saw. melakukan puasa 'aasyuura dan beliau memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Para sahabat berkata, "Ini adalah hari yang dimuliakan orang Yahudi dan Nasrani. Maka Rasulullah saw. bersabda, "Tahun depan insya Allah kita juga akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharam." Namun, pada tahun berikutnya Rasulullah telah wafat. (HR Muslim, Abu Daud).
Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Puasalah pada hari 'aasyuura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Puasalah sehari sebelum 'asyuura dan sehari sesudahnya." (HR Ahmad).
Post Comment
Tidak ada komentar