Breaking News

Fakta-fakta Vaksin Merah Putih, Obat Anti Covid-19 Produk Dalam Negeri

©2020 REUTERS

Sedudoshare - Indonesia kini telah disibukkan dengan pengembangan vaksin virus Corona yang didaulat sebagai antibodi buatan dalam negeri. Obat yang diberi nama Merah Putih tersebut mulai dikaji sejak Maret 2020 dan saat ini akan masuk ke dalam proses uji coba oleh Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Melansir dari Liputan6, Amin Soebandrio selaku Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengungkapkan jika progres pengembangan vaksin Merah Putih untuk Covid-19 sudah sekitar 20-30 persen.

"Saat ini kalau dilihat persentasenya mungkin kita baru capai 20-30 persen. Tetapi 20-30 persen itu adalah pondasinya," kata Amin dalam konferensi pers pada acara Peresmian Pengoperasian Mesin Deteksi COVID-19 Cobas 6800 Fully Automated Molecular System yang ditayangkan secara virtual di Jakarta pada Kamis (13/8) lalu.

Ditemukan Melalui Beberapa Fase


Amin menambahkan bahwa vaksin tersebut dikembangkan melalui beberapa tahap. Menurutnya, penemuan vaksin tersebut diperlukan riset yang mendalam untuk mengetahui efektivitas vaksin yang dikelola oleh Biofarma tersebut. 

Dalam tahap pertama menurut Amin, Eijkman terlebih dahulu harus melakukan identifikasi virus dari Indonesia. Hal tersebut tidak bisa diganti oleh virus asal luar negeri mengingat pengembangan akan mengacu pada persebaran virus SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia.

Fase berikutnya adalah fase pondasi. Dalam hal ini Eijkman harus menyiapkan protein rekombinan yang akan dipakai untuk uji coba kepada hewan. Protein rekombinan diperoleh dari amplifikasi virus yang menjadi bagian Spike (S) dan Nucleocapsid (N).

"Kami akan mendapatkan protein rekombinan yang nanti akan diuji lebih lanjut, apakah dia bisa merangsang respons imun," ujarnya.

Sedang Masuk Tahap Kloning Protein


Menurut Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang PS Brodjonegoro mengatakan jika saat ini vaksin Merah Putih tersebut sedang masuk tahap kloning protein untuk mendapatkan protein rekombinan. 

“Prosesnya saat ini sedang mendapatkan kloning dari proteinnya yang nantinya akan diujicobakan kepada hewan mamalia sebelum masuk ke uji klinis manusia” kata Bambang, Kamis lalu.

Siap Dipakai di Tahun 2022


Manajer Senior Integrasi Riset dan Pengembangan PT Bio Farma, Neni Nurainy merencanakan bahwa vaksin karya anak bangsa tersebut akan mulai tersedia di tahun 2022. Menurutnya, upaya tersebut merupakan jalan menuju kemandirian bangsa dalam pemulihan Covid-19.

“Kita harapkan dapat penggunaan di kita itu sekitar tahun 2022, itu diharapkan kita semua untuk vaksin merah putih,” papar Neni, Jumat (14/8).

Ia menambahkan jika pihaknya berharap jika vaksin yang sedang diuji klinis oleh Eijkman bisa dilakukan serah terima kepada Bio Farma di awal tahun 2021. 

“Kita harapkan di awal tahun 2021 biofarma sudah bisa menerima bibit vaksinnya kemudian akan dikembangkan lebih lanjut oleh pihaknya,” tandas Neni.

Dikembangkan oleh Beberapa Lembaga


Sebelumnya diketahui jika dalam mengembangkan vaksin tersebut telah dilakukan oleh beberapa lembaga di antaranya lembaga Eijkman, LIPI, Bio Farma, Badan Intelejen Negara (BIN) dan Tim Percepatan Vaksin Nasional yang terdiri dari Kemristek, Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN.

Source of Writing: www.merdeka.com/jabar/mengenal-vaksin-merah-putih-obat-anti-covid-19-yang-diproduksi-dalam-negeri.html

Tidak ada komentar