Breaking News

Keistimewaan Hewan Kuda


SedudoshareKUDA DISEBUTKAN DALAM ALQUR’AN SURAT AL – ADIYAAT Kuda adalah binatang yang gesit , lincah dan tangguh untuk menjelajah berbagai medan di permukaan bumi ini . Hampir seluruh bangsa di dunia ini menjadikan kuda sebagai kendaraan perang mereka . Allah Ta’ ala telah merancang tubuh kuda dengan kokoh dan berimbang untuk menopang ketika dia berlari cepat agar tidak mudah terjerembab . Sementara bentuk lekuk tubuhnya yang proporsional sangat nyaman untuk dikendarai , bahkan menurut penelitian dapat memberi efek bagus bagi kesehatan punggung penunggangnya .

ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ﺍﻟْﺒَﺮَﻛَﺔُ ﻓِﻲ ﻧَﻮَﺍﺻِﻲ ﺍﻟْﺨَﻴْﻞِ

Dari Anas bin Maalik radliyallaahu ‘anhu , ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “ Barakah itu ada pada ubun-ubun kuda” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 2851, Muslim no. 1874, An-Nasaa’iy no. 3571, dan yang lainnya].

Ibnu ‘Abdil-Barr rahimahullah berkata :

ﻓِﻴﻪِ ﺇِﺷَﺎﺭَﺓٌ ﺇِﻟَﻰ ﺗَﻔْﻀِﻴﻞ ﺍﻟْﺨَﻴْﻞ ﻋَﻠَﻰ ﻏَﻴْﺮِﻫَﺎ ﻣِﻦْ ﺍَﻟﺪَّﻭَﺍﺏِّ ﻟِﺄَﻧَّﻪُ ﻟَﻢْ ﻳَﺄْﺕِ ﻋَﻨْﻪُ ﺻَﻠَّﻰ ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓِﻲ ﺷَﻲْﺀٍ ﻏَﻴْﺮِﻫَﺎ ﻣِﺜْﻞَ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟْﻘَﻮْﻝِ

“Dalam hadits ini terdapat isyarat terhadap pengutamaan kuda atas hewan-hewan yang lain, karena tidak ada perkataan dari beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam sedikitpun semisal perkataan ini sedikitpun selain dari kuda” [ Fathul-Baariy , 6/56].

Banyak terdapat dalam nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menjelaskan tentang keutamaan, keberkahan, dan manfaat kuda. Dan di antara manfaat dan keutamaan kuda yang paling penting adalah dipergunakan-nya hewan tersebut untuk berjihad di jalan Allah.

Allah ta’ala berfirman :

ﻭَﺃَﻋِﺪُّﻭﺍ ﻟَﻬُﻢْ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺘُﻢْ ﻣِﻦْ ﻗُﻮَّﺓٍ ﻭَﻣِﻦْ ﺭِﺑَﺎﻁِ ﺍﻟْﺨَﻴْﻞِ ﺗُﺮْﻫِﺒُﻮﻥَ ﺑِﻪِ ﻋَﺪُﻭَّ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻋَﺪُﻭَّﻛُﻢْ ﻭَﺁﺧَﺮِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻧِﻬِﻢْ ﻻ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻧَﻬُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻬُﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺗُﻨْﻔِﻘُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳُﻮَﻑَّ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻻ ﺗُﻈْﻠَﻤُﻮﻥَ

“ Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan) ” [QS. Al-Anfaal : 60].

ﻋَﻦْ ﻋُﺮْﻭَﺓ ﺍﻟْﺒَﺎﺭِﻗِﻲُّ، ﺃَﻥّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ : ” ﺍﻟْﺨَﻴْﻞُ ﻣَﻌْﻘُﻮﺩٌ ﻓِﻲ ﻧَﻮَﺍﺻِﻴﻬَﺎ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮُ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﻨَﻢُ ”

Dari ‘Urwah Al-Baariqiy : Bahwasan-nya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : “ Kebaikan terikat pada ubun-ubun kuda hingga hari kiamat , yaitu : adanya pahala (kelak di akhirat) dan ghaniimah (harta rampasan perang)” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 2850 & 2852 & 3119 & 3643, Muslim no. 1873, At-Tirmidziy no. 1694, dan yang lainnya].

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲْ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻳَﻘُﻮﻝُ، ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ : ” ﻣَﻦِ ﺍﺣْﺘَﺒَﺲَ ﻓَﺮَﺳًﺎ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﺗَﺼْﺪِﻳﻘًﺎ ﺑِﻮَﻋْﺪِﻩِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺷِﺒَﻌَﻪُ ﻭَﺭِﻳَّﻪُ، ﻭَﺭَﻭْﺛَﻪُ، ﻭَﺑَﻮْﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﻣِﻴﺰَﺍﻧِﻪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ”

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu , ia berkata : Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “ Barangsiapa yang menahan seekor kuda di jalan Allah dengan keimanan dan membenarkan janji-Nya, maka kenyangnya kuda itu, kotorannya, dan air kencingnya akan ada di dalam timbangan (miizaan) kebaikannya kelak di hari kiamat ” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 2853, An-Nasaa’iy no. 3582, Ahmad 2/374, dan yang lainnya].

Kuda termasuk harta dan perhiasan sebagaimana firman Allah ta’ala :

ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﻞَ ﻭَﺍﻟْﺒِﻐَﺎﻝَ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤِﻴﺮَ ﻟِﺘَﺮْﻛَﺒُﻮﻫَﺎ ﻭَﺯِﻳﻨَﺔً ﻭَﻳَﺨْﻠُﻖُ ﻣَﺎ ﻻ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

“ Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya ” [QS. An-Nahl : 8].

Diperbolehkan seseorang memberi nama pada kudanya  dan memakan dagingnya .

Dari beberapa nash tersebut di atas nampak bahwa cara bertabaruk pada kuda adalah dengan memeliharanya, serta meniatkannya dan menggunakannya untuk berjihad di jalan Allah ta’ala.

​Tahukah kalian bahwa kalian dapat menandai umur kuda dengan melihat giginya? Karena rumput yang dimakan oleh kuda mengandung pasir dan debu, gigi mereka lambat laun aus dan tingkat keausan ini menunjukkan umurnya. Tetapi, sebenarnya gigi kuda sangat panjang. Gigi-gigi ini mirip dengan tongkat yang tertanam pada tulang rahang. Dibandingkan dengan gigi kita, akar gigi kuda berada jauh di dalam. Ketika gigi mulai aus, bagian yang tertanam di dalam tulang rahang mulai muncul. Bahkan pada kuda yang sangat tua, akar giginya akan terlihat di permukaan gusi. Masing-masing gigi dapat aus sepanjang 2,5 sampai 5 cm sebelum ia tak dapat dipakai untuk mengunyah. Berpikirlah sejenak, jika Tuhan kita tidak memberikan sifat ini kepada kuda, binatang ini akan segera kehilangan giginya dan mati kelaparan.

Tuhan kita juga telah memberikan kemampuan penting lainnya pada bulu-bulu kuda. Bulu kuda menjadi semacam thermostat – alat yang digunakan untuk mengatur suhu tubuh – bagi mereka. Tubuh mereka harus terjaga pada suhu 38 derajat Celcius . Untuk memelihara suhu ini, bulu kuda menjadi lebih panjang di musim dingin. Di musim panas, kuda me-rontok-kan bulu-bulunya, dengan begitu suhu tubuh mereka tetap terjaga.

Ada satu lagi sifat menarik dari kuda: kuda tidur berdiri! Tahukah kalian bagaimana mereka berusaha agar tidak terjatuh? Karena tulang kaki mereka memiliki kemampuan untuk “mengunci” selama tidur. Berkat kemampuan yang telah Allah berikan pada kuda ini, mereka dapat tidur berdiri dan juga membawa beban berat. Sementara itu, kepala manusia terkulai jika ia tertidur di atas kursi.

Kaki kuda diciptakan tidak hanya untuk dapat membawa beban berat tetapi juga untuk berlari cepat. Tidak seperti binatang-binatang lainnya, kuda tidak memiliki tulang selangka, suatu ciri yang memungkinkan mereka melangkah lebih lebar. Selain itu, terdapat mekanisme pada tulang dan otot kaki mereka yang menurunkan jumlah tenaga yang dikeluarkan ketika mereka berlari semakin cepat dan meningkatkan kemampuan bergerak. Fungsi mekanisme ini mirip dengan gigi persneling pada mobil. Seperti mobil yang beralih pada persneling lebih tinggi ketika semakin kencang, kuda pun beralih pada “persneling” lebih tinggi jika ingin berlari lebih cepat. Sementara tenaga yang diperlukan untuk mendorong menurun, kemampuan gerak-nya meningkat.

Baiklah, mengapa tubuh kuda dirancang untuk mampu membawa beban berat dan dapat berlari cepat? Sebenarnya membawa beban berat atau berlari cepat bukanlah keterampilan yang diperlukan kuda untuk dirinya sendiri. Jadi, mengapa kuda memiliki sifat demikian?

Jawabannya telah jelas. Kemampuan ini diberikan kepada kuda bukan untuk kebutuhan mereka sendiri, melainkan untuk melayani manusia. Dengan kata lain, Allah telah menciptakan kuda dengan kemampuan-kemampuan tadi sehingga mereka dapat melayani manusia. Dalam Alqur’an Allah menegaskan bahwa Allah telah menciptakan binatang untuk melayani manusia:

Dan Dia menciptakan binatang ternak untuk kamu, padanya ada bulu yang menghangatkan, dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang, dan ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan. Dan dia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (Surat an-Nahl: 5-8)

Tidak ada komentar