Breaking News

2 Kebiasaan Buruk Yang Bisa Merusak Ikatan Pernikahan

Foto Model Sumber Media Sosial Facebook

Sedudoshare - Membina hubungan rumah tangga adalah hal yang cukup sulit dilakukan. Terlebih lagi ketika kedua pasangan di dalamnya tidak memiliki komunikasi yang lancar, tidak adanya hubungan emosional baik, dan tidak tercipta kerja sama baik.

Demi mendapatkan hubungan pernikahan bahagia dan langgeng, kedua pasangan penting untuk sama-sama bekerja keras demi mempertahankan pernikahan yang ada.

Kedua pasangan juga penting untuk menghindari berbagai hal-hal yang bisa merusak ikatan pernikahan.

Sayangnya, hal ini sering dilakukan kedua pasangan tapi tidak pernah disadari atau bahkan disepelekan.

Hindari 2 hal di bawah ini jika ingin pernikahan-mu bahagia dan langgeng:

Tidak Yakin/ Meragukan Pasangan

Hal yang bisa merusak pernikahan dengan mudah adalah meragukan pasangan. Ketika dirimu meragukan pasangan, ini akan membuat rasa percaya dan kejujuran dalam pernikahan tidak berjalan dengan baik.

Padahal, kepercayaan serta kejujuran yang baik adalah kunci utama pernikahan bahagia serta langgeng.

Ketika dirimu atau pasangan tidak bisa menghargai usaha satu sama lain, ini juga akan meningkatkan risiko berakhirnya pernikahan.

Penelitian yang dipublikasikan di American Association for Marriage and Family Therapy menyebutkan jika sikap tak menghargai dalam pernikahan akan meningkatkan risiko terjadi konflik dan salah paham.

Berbohong

Para ahli juga mengemukakan jika sikap berbohong mengenai keuangan keluarga juga bisa meningkatkan risiko rusaknya pernikahan.

Ketika seseorang selalu berusaha mengubah pasangan menjadi sosok yang diinginkannya, ini juga akan membuat pernikahan yang rentan berakhir.

Secara umum, baik pria maupun perempuan merasa tidak nyaman ketika mereka tidak mengetahui secara baik keuangan keluarga.

Rasa tidak nyaman itu akan bertambah besar ketika mereka dituntut menjadi orang lain oleh pasangannya sendiri.

Padahal nih ya, kunci utama pernikahan langgeng dan bahagia adalah rasa kenyamanan yang dirasakan kedua pasangan.

2 komentar: